Internet Eropa Lumpuh Total Gara-Gara Malware Mirai

Sekitaran satu juta pemakai internet di Eropa tidak dapat terhubung internet pada akhir minggu sampai Senin 28 November saat setempat. Hal semacam ini lantaran ada pembajak router-router dirumah. Tindakan ini juga dikira sebagai satu diantara kejahatan cyber terkoordinasi. Staf keamanan mengatakan kalau router yang disiapkan oleh penyedia service internet di Jerman terdampak serangan malware Mirai yang dikira begitu jahat. Mirai sendiri adalah botnet yang bikin internet di Amerika Serikat pernah lumpuh bln. lantas. Bila dipakai untuk menyerang tujuan khusus, Mirai disebut-sebut bisa bikin situs, service, serta infrastruktur internet lumpuh.

ddos_1

Mengenai router rumahan yang terserang beberapa besar yaitu buatan Zyxel serta Speedport dengan port 7547 yang terbuka. Umumnya, port ini digunakan oleh penyedia internet untuk mengatur serta melakukan perbaikan permasalahan router dari jarak jauh. Kode yang digunakan untuk menyerang router rumahan ini diakui diperoleh dari versus Mirai yang sudah dimodifikasi. Berdasar pada cuitan peneliti keamanan Kenn White, ada 41 juta piranti dengan port 7547 yang terbuka. Alih-alih mengalihkan trafik ke beberapa pembajak, router jadi bikin internet lumpuh serta tidak dapat dibuka. Beberapa customer Deutsche Telekom yang disebut penyedia internet terbesar di Jerman tidak luput jadi korban.

Perusahaan menyebutkan, sekurang-kurangnya satu juta pemakai (5 % dari keseluruhan pemakai) kehilangan akses internet mereka dikarenakan Mirai malware. Peristiwa ini berjalan mulai sejak Minggu 27 November 2016. Kantor federal Jerman yang mengatasi keamanan info menerangkan, malware itu tercatat di jaringan pemerintah. Tetapi tak efisien lantaran system keamanan di kantor federal. Setelah itu, penyedia internet juga berupaya melakukan perbaikan service internet dengan memohon pelanggannya mematikan router serta menanti sistem pembaruan server sesudah reboot. Tidak hanya Jerman, sebagian negara seperti Inggris serta Irlandia juga diberitakan terdampak serangan yang sama.

Iklan