Hacker Amerika Curi Jutaan Dollar dari Game FIFA

Empat orang Hacker asal negeri paman Trump mesti bertemu dengan tuntutan pencurian mata duit digital dari game besutan Electronic Arts yang judulnya tidak asing yakni FIFA. Umumnya, masalah peretasan atau pemakaian cheat didalam game dikerjakan untuk tampak tambah baik atau lebih unggul dari pemain yang lain. Tetapi, hal itu tak berlaku untuk Anthony Clark serta tiga orang yang lain. Gokilnya, mereka mempunyai motif tidak sama daripada peretas game yang lain. Clark serta sahabatnya mesti bertemu dengan FBI sesudah didapati lakukan penipuan dengan bikin program yang bisa sangat mungkin mereka untuk mengambil koin FIFA dari server Electronics Arts.

fifa

Sebatas info, koin FIFA adalah mata duit yang dipakai didalam game garapan Electronic Arts ini. Untuk memperolehnya, pemain mesti memainkan game atau beli koin itu memakai duit dunia riil. Mulai sejak masalah ini nampak, FBI mengklaim bila Clark serta rekannya memakai satu program yang dipakai untuk mengambil koin FIFA serta menjualnya ke pihak ketiga–di China serta Eropa–dengan keuntungan kian lebih US$ 15 juta atau kisaran Rp 200 miliar.

Beritanya, Clark serta rekannya telah lakukan hal itu mulai sejak th. 2013 sampai pada akhirnya dihentikan FBI pada 17 September 2015. Dalam sistem penangkapan, FBI sukses mengambil alih duit tunai nyaris kian lebih US$ 3 juta atau kisaran Rp 40 miliar dari Bank of America atas nama Clark. Terkecuali duit tunai, sebagian mobil elegan serta beberapa ratus ribu dolar dari rekanan Clark yaitu Ricky Miller, Nicholas Castellucci, serta Eaton Zveare juga turut diambil alih.

Iklan